Aqiqah, tasyakuran ni'mat diberikan keturunan
Hadirin Rohimakumullah
Salah satu keni'matan yang sangat dinanti-nantikan oleh pasangan suami istri adalah diberikannya keturunan oleh Sang Maha Kuasa. Memiliki keturunan merupakan salah satu keni'matan yang tidak bisa diukur dengan materi. Berapa banyak pasangan suami istri yang sudah lama menikah, namun belum juga dikaruniai keturunan, juga tidak sedikit pasangan muda yang belum lama menikah sudah diberikan amanah keturunan yang banyak. Semua itu adalah kuasa Allah SWT.
Kisah Nabi Zakariyya AS bisa menjadi salah satu pijakan bagi kita untuk memaksimalkan ikhtiar dan memasrahkan hasilnya dengan penuh tawakkal. Nabi Zakariyya AS, Nabi yang sabar menanti keturunan. Nabi Zakariyya AS termasuk kaum Bani Israil, lahir di Palestina tahun 91 sebelum masehi (SM). Menurut riwayat Nabi Zakariyya AS diangkat menjadi Nabi diusia yang sudah senja, yaitu 90 tahun.
Salah satu tantangan dakwah beliau adalah diolok-olok oleh kaumnya karena tidak memiliki keturunan, sedangkan Beliau dan istrinya sudah berusia senja atau tua. Namun dengan ketekunan beliau dan istrinya, mereka tidak pernah berhenti berdoa dan berharap kepada Allah SWT. Salah satu doa yang masyhur yang tercatat di Al-Qur'an Surat Ali Imran : 38 adalah
هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهٗ ۚ قَالَ رَبِّ هَبۡ لِىۡ مِنۡ لَّدُنۡكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيۡعُ الدُّعَآءِ ٣٨
Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, "Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa."
Atas izin Allah Nabi Zakariyya AS diberikan keturunan anak laki-laki. Allah berfirman dalam lanjutan ayatnya
فَنَادَتۡهُ الۡمَلٰٓٮِٕكَةُ وَهُوَ قَآٮِٕمٌ يُّصَلِّىۡ فِى الۡمِحۡرَابِۙ اَنَّ اللّٰهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحۡيٰى مُصَدِّقًۢا بِكَلِمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ وَسَيِّدًا وَّحَصُوۡرًا وَّنَبِيًّا مِّنَ الصّٰلِحِيۡنَ ٣٩
Kemudian para malaikat memanggilnya, ketika dia berdiri melaksanakan salat di mihrab, "Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) Yahya, yang membenarkan suatu kalimat (firman)1 dari Allah, panutan, berkemampuan menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi diantara orang-orang saleh."
Hadirin Rohimakumullah
Oleh karena itu, keni'matan diberikan keturunan oleh Allah SWT tersebut patut disambut dengan tasyakuran yang disebut walimah aqiqah. Apa itu walimah aqiqah? walimah menurut bahasa artinya kumpul-kumpul, berkumpul, resepsi, atau jamuan makan. Jamuan makan yang dihidangkan untuk tamu undangan agar ikut merasakan kebahagian yang sedang kita rasakan. Sedangkan Aqiqah yaitu menyembelih kambing atau domba sesuai syariat islam, bagi bayi laki-laki dipotongkan 2 ekor kambing atau domba, sedangkan bagi bayi perempuan dipotongkan 1 ekor kambing atau domba. Dalam hadits Nabi SAW:
عَنْ سَمُرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
الغُلَامُ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ يُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ، وَيُسَمَّى، وَيُحْلَقُ رَأْسُ
Artinya: Dari Samurah, ia berkata, Nabi bersabda: Seorang bayi itu digadaikan dengan (jaminan) aqiqahnya; aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh (dari hari kelahiran), (pada hari itu pula) si bayi diberi nama dan dipotong rambutnya (HR Sunan al-Tirmidzi 4/101, dalam kitab Al-Adlaha bab Al-aqiqah)
berdasarkan keterangan hadits di atas, ungkapan rasa syukur seorang orang tua atas kelahiran anaknya dapat diketahui antara lain :
1. Sunnah diaqiqahkan / disembelihkan hewan aqiqah pada hari ketujuh dari kelahirannya
2. Sunnah diberi nama yang baik, dan
3. Sunnah dipotong rambutnya.
Hadirin Rohimakumullah
Alhamdulillah pada kesempatan ini kita diundang oleh sohibul bayt / sohibul hajat untuk duduk bareng di kediaman beliau seraya untuk mengaungkan asma Allah atas kelahiran putra/putrinya. ALHAMDULILLAH.
Sudah sepatutnya kedatangan kita ini mendoakan sohibul bayt / sohibul hajat khususnya kepada ananda yang baru lahir semoga Allah SWT menjadikannya anak yang sholeh/sholehah ditandai dengan rajin sholat dan beribadah, berbakti kepada kedua orang tuanya ditandai dengan taat dan mendoakannya, menjadi kebanggannya, juga bisa bermanfaat untuk ummat dan masyarakat sekitarnya.
Hadirin Rohimakumullah
Berbicara mengenai nama-nama yang baik, ada begitu banyak tokoh-tokoh dalam islam yang bisa menjadi teladan dan panutan bagi kita seperti Abu Bakar Siddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf, Siti Aisyah, Siti Fatimah, Siti Shofiyyah dan seterusnya. Dikalangan para tabiin juga terkenal nama-nama seperti Uwais AlQorni, Amir bin Abdu Qais, dst. Juga nama-nama dikalangan para ulama seperti Abu Hanifah, Imam Malik, Muhammad Idris Assyafi'i, Ahmad bin Hambali, Al-Ghazali, Robiah Al-Adawiyyah, dan seterusnya. Belum lagi tokoh-tokoh muslim dari Indonesia seperti KH. Ahmad Dahlan, KH. Hasyim Asy'ari, KH. Khatib Al-Minangkawi, Buya Hamka, KH. Abdul Shomad Al-Falimbani,,
Namun dengan perkembangan media sosial yang begitu maraknya, sudah hilang kebiasaan-kebiasaan baik orang tua-orang tua dulu yang kalau mau ngasi nama untuk anaknya mereka datang ke kyai, alim ulama pengen diberi nama yang baik, nama yang sarat dengan doa-doa kebaikan di dalamnya, manut enggeh, jadi, bikin bubur merah! Se simple itu, tapi dari nama itu lahirlah keberkahan-keberkahan dan kekaguman terhadap sosok ulama. betul?
Jaman saiki cukup dengan searching di google, disambung-sambungin, dicocok-cocokin, dipantes-pantesin, yang penting bagus kedengerannya.. Lahir bulan Januari dikasi nama JANI-ANJANI, lahir bulan februari dikasi nama FEBRI, lahir bulan maret dikasi nama MERI, lahir bulan april dikasi nama ARI hehehe (canda dikit)
inilah tantangan kita di era media sosial ini hadirin. Oleh karena itu MADROSATUL ULA sekolah perdana bagi anak-anak kita tidak lain adalah ibunya.
الأم مدرسة الأولى, إذا أعددتها أعددت شعبا طيب الأعراق
Ibu adalah madrasah yang pertama, jika kamu menyiapkannya berarti kamu menyiapkan lahirnya sebuah masyarakat yang baik budi pekertinya.
oleh karena itu, tehadap istri pandai-pandailah kita bersyukur dan merawatnya. Semoga Allah menjadi walimah aqiqah ini sebuah amal sholeh khususnya untuk keluarga shohibul bayt, umumnya untuk kita semua yang hadir di sini.
Ushikum wanafsi bitaqwallah.. - Ust. Apip Fudoli S.F (0897-8587-360)

Komentar
Posting Komentar